Hasanuddin Dialogue on Global Affairs Simulation (HDGAS) 2026: Menavigasi Diplomasi di Dunia VUCA

Makassar, 23–24 Juni 2026 — Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, sukses menyelenggarakan Hasanuddin Dialogue on Global Affairs Simulation (HDGAS) 2026 dengan tema “Navigating Diplomacy in a Volatile, Uncertain, Complex, and Ambiguous (VUCA) World.” Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas akhir dan bentuk penilaian mata kuliah Teori dan Praktik Diplomasi untuk kelas Reguler C dan Kelas Internasional.

Bertempat di Aula Syukur Abdullah, Lantai 3 FISIP Unhas, simulasi berlangsung selama dua hari, yakni pada 23–24 Juni 2026 dengan durasi 07.30–16.00 WITA pada hari pertama dan 07.15–09.40 WITA pada hari kedua. Kegiatan ini mengadopsi format panel diplomasi yang terinspirasi dari Shangri-La Dialogue yang diselenggarakan oleh International Institute for Strategic Studies (IISS), sehingga memberikan pengalaman simulasi diplomasi tingkat tinggi yang lebih realistis dan kontekstual.

Group photo session

HDGAS 2026 dirancang untuk melatih mahasiswa dalam praktik diplomasi multilateral, mengembangkan kemampuan negosiasi dan public speaking, serta meningkatkan keterampilan dalam menyampaikan posisi resmi aktor-aktor internasional terhadap isu-isu global kontemporer. Melalui diskusi panel yang dinamis, peserta diajak untuk menganalisis kompleksitas hubungan internasional sekaligus menawarkan solusi diplomatik atas berbagai tantangan global.

Simulasi tahun ini menghadirkan empat sesi panel utama yang membahas isu-isu strategis dunia. Panel pertama bertajuk “Fire Across the Middle East: Diplomacy Amid the U.S.–Israel–Iran Confrontation” yang membahas eskalasi ketegangan di Timur Tengah akibat program nuklir Iran, konflik proksi, hingga keterlibatan Amerika Serikat dalam dinamika keamanan kawasan.

Panel kedua mengangkat isu “The Gaza Conflict (2023–2026)” yang menyoroti krisis kemanusiaan berkepanjangan, tingginya korban jiwa, kehancuran infrastruktur, serta mandeknya proses perdamaian yang semakin menjauhkan prospek solusi dua negara.

Panel ketiga, “Operation Resolve: The Capture of Nicolás Maduro and the Future of Sovereignty in International Politics,” membahas krisis diplomatik global pasca operasi Amerika Serikat di Caracas yang memicu perdebatan mengenai kedaulatan negara, imunitas kepala negara, serta legitimasi tindakan sepihak dalam hukum internasional.

Panel keempat, “Chokepoint Crisis – Diplomasi dan Keamanan Global Pasca Penutupan Selat Hormuz oleh Iran,” mengkaji dampak gangguan jalur perdagangan global, krisis energi, serta implikasi geopolitik dari salah satu choke point paling strategis di dunia.

Selain itu, simulasi juga memperluas diskusi pada tema “The Future of Global Finance: Navigating the Shift from Dollar Dominance” yang membahas tren dedolarisasi, munculnya mata uang alternatif, serta potensi transformasi sistem keuangan global dan reformasi lembaga internasional seperti IMF dan World Bank.

Online session

Sejak pertama kali diselenggarakan, HDGAS telah menjadi bagian penting dalam pembelajaran diplomasi di Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin. Pelaksanaan tahun 2026 ini kembali menegaskan perannya sebagai ruang pembelajaran yang menghubungkan teori akademik dengan praktik diplomasi global secara langsung.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami isu-isu global kontemporer, tetapi juga ditempa untuk berpikir kritis, bernegosiasi secara strategis, dan bekerja sama dalam merespons kompleksitas dunia internasional yang terus berkembang.

Penulis: Rhin Khairina Rahmat, S.IP, M.A
Editor: Munif Arif Ranti, S.IP, M.A