GEDSI Impact Initiative 2026: Dari Ruang Kelas Menuju Aksi Sosial Nyata

Makassar, 17 Juni 2026 — Mahasiswa Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, sukses menyelenggarakan GEDSI Impact Initiative: Gender Equality, Disability, and Social Inclusion in Society di Aula Prof. Syukur Abdullah FISIP Unhas, Rabu (17/6). Kegiatan ini merupakan implementasi dari mata kuliah Studi Gender dalam Ilmu Hubungan Internasional yang dirancang untuk menjembatani pemahaman akademik dengan praktik sosial di masyarakat.

Sesi foto bersama

Berbeda dari proyek akademik yang umumnya bersifat teoritis, inisiatif ini mendorong mahasiswa untuk mengidentifikasi persoalan nyata terkait Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) di lingkungan sekitar. Mahasiswa kemudian diminta merancang program sederhana namun aplikatif yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik. Penilaian tidak berfokus pada skala kegiatan, melainkan pada relevansi isu, kebermanfaatan, serta kemampuan mahasiswa menerjemahkan konsep akademik menjadi aksi sosial yang edukatif, kreatif, dan partisipatif.

Sebanyak 12 kelompok mahasiswa terlibat dengan ragam isu yang diangkat. Mulai dari fenomena anak perempuan sebagai “second mother” dalam keluarga, normalisasi pelecehan verbal terhadap perempuan di ruang publik, hingga pentingnya pendidikan inklusif. Beberapa kelompok juga mengangkat isu reintegrasi perempuan mantan narapidana, stereotip gender dalam pilihan karier dan jurusan kuliah, serta dorongan untuk menciptakan ruang publik yang lebih sehat dan inklusif.

Isu-isu kontemporer turut menjadi perhatian, seperti kampanye melawan kekerasan berbasis online, upaya menciptakan ruang digital yang aman, hingga kritik terhadap candaan ableist di media sosial melalui pendekatan berbasis human security. Selain itu, terdapat pula inisiatif yang menyoroti toxic masculinity di lingkungan kampus, pentingnya inklusi dalam musyawarah warga, serta eksplorasi isu gender dalam industri kreatif seperti parfum.

Beragam ide tersebut diwujudkan dalam berbagai produk kreatif, mulai dari video kampanye dan edukasi, poster serta infografis interaktif, buku saku digital, kampanye media sosial, hingga media kreatif lainnya. Seluruh output dirancang agar tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas dan mudah dipahami.

Melalui GEDSI Impact Initiative 2026, mahasiswa tidak hanya memperdalam pemahaman terhadap isu gender dan inklusi, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi publik, kerja sama tim, serta kepekaan sosial. Lebih dari itu, kegiatan ini menunjukkan bahwa perubahan sosial tidak selalu harus dimulai dari langkah besar, melainkan dapat tumbuh dari inisiatif kecil yang relevan dan berkelanjutan.

Dengan menghadirkan pembelajaran yang terhubung langsung dengan realitas sosial, GEDSI Impact Initiative 2026 menjadi refleksi komitmen untuk menjadikan studi hubungan internasional lebih kontekstual dan responsif terhadap tantangan global. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa isu kesetaraan dan inklusi bukan sekadar wacana, melainkan realitas yang membutuhkan perhatian dan aksi bersama secara terus-menerus.

Penulis: Rhin Khairina Rahmat, S.IP, M.A
Editor: Munif Arif Ranti, S.IP, M.A