
Makassar, 28 Januari 2026 — Eastern Indonesia Network on Foreign Policy (EINPOL) bekerja sama dengan Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin telah menyelenggarakan Mini Course Series #3 bertajuk “Strategic Competition in the Cyber Space of the Indo-Pacific” pada Rabu, 28 Januari 2026 secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman akademik dan kebijakan mengenai peran strategis ruang siber dalam dinamika kompetisi antarnegara di kawasan Indo-Pasifik, khususnya di tengah meningkatnya ketergantungan negara terhadap teknologi digital dan infrastruktur siber.

Mini course ini menghadirkan Dr. Gatra Priyandita, Senior Analyst pada ASPI’s Cyber, Technology and Security Program, sebagai pembicara utama. Kegiatan ini dimoderatori oleh Abdul Razaq Cangara, dosen Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin, yang memandu diskusi secara interaktif serta membuka ruang dialog antara narasumber dan peserta.
Dalam paparannya, Dr. Gatra memaparkan bahwa cyberspace sebagai konsep multidimensional yang terdiri atas empat lapisan utama, yaitu physical, logical, content, dan social layer. Keempat lapisan ini membentuk ekosistem siber yang saling terhubung dan menjadikan ruang siber semakin strategis, sekaligus rentan terhadap berbagai ancaman berbasis teknologi. Negara-negara kini memandang cyberspace sebagai domain penting yang berpengaruh langsung terhadap keamanan nasional dan stabilitas kawasan.

Diskusi kemudian menyoroti tantangan utama keamanan siber global, khususnya meningkatnya ancaman internet yang tidak selalu diimbangi dengan kapasitas negara dalam meresponsnya. Ketimpangan kemampuan teknologi mendorong pentingnya kerja sama internasional di ruang siber, terutama untuk memastikan inklusi teknologi bagi negara-negara berkembang di Indo-Pasifik. Dalam konteks tata kelola global, pembahasan juga merujuk pada United Nations General Assembly Resolution 70/237 yang menekankan norma perilaku negara yang bertanggung jawab di ruang siber.
Lebih lanjut, sesi ini membahas fenomena weaponisation of cyberspace, termasuk praktik cyber espionage, sebagai bagian dari kompetisi strategis antarnegara di kawasan Indo-Pasifik. Untuk menghadapi ancaman tersebut, dibahas pula berbagai langkah penanggulangan dan perlindungan, salah satunya melalui mekanisme government attribution sebagai upaya meningkatkan akuntabilitas, penegakan norma internasional, dan pencegahan eskalasi konflik di ruang siber.
Mini Course Series #3 ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh EINPOL bersama Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin, Universitas Mataram, Universitas Sulawesi Barat, serta didukung oleh Australia Awards Indonesia (AAI). Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, akademisi, hingga pemerhati isu keamanan dan kebijakan luar negeri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan dan peluang kerja sama siber di kawasan Indo-Pasifik, serta mampu mengaitkannya dengan konteks keamanan regional dan kepentingan nasional Indonesia.


